[unpad.ac.id, 29/01/2018] Seledri nir hanya dikenal sebagai sayuran pelengkap masakan. Lebih menurut itu, seledri pula dikenal sebagai flora yang memiliki banyak sekali khasiat buat kesehatan. Salah satu keuntungannya yaitu, menjadi pencegah dan peluruh batu ginjal.Dosen Fakultas Farmasi Unpad, Dr. Taofik Rusdiana, MSi, Apt. (Foto: Tedi Yusup)*
Hal tersebut mendasari dosen Fakultas Farmasi Unpad, Dr. Taofik Rusdiana, MSi, Apt., membentuk minuman berbahan dasar ekstrak seledri yg diberi nama “Seledrink”. Diyakini Dr. Taofik, Seledrink mengandung fitokimia yg sudah terbukti secara ilmiah bisa menjaga kesehatan tubuh, terutama ginjal. Seledrink kaya akan flavonoid yg membuahkan minuman ini kaya antioksidan.
“Saya ingin berakibat seledri ini selain menjadi produk sayur mayur, jua sebagai ikon minuman terkenal Indonesia, sebagai obat tonikum ginjal. Dengan mengonsumsi minuman yg berasal menurut seledri sanggup membersihkan, memelihara, atau menguatkan ginjal,” ujar dosen pada bidang Farmasetika ini.
Seledrink sudah diproduksi dalam skala rumahan (home industry) & sudah dijual ke sejumlah apotek atau dijual pribadi pada masyarakat yg membutuhkan. Seledrink tersedia dalam dua varian, yakni original buat konsumen yg sahih-sahih mempunyai keluhan sakit & varian manis menggunakan kadar ekstrak seledri yg lebih sedikit buat konsumen yg tidak memiliki keluhan sakit namun ingin menjaga kesehatan.
Saat ini Seledrink tersedia pada bentuk cair. Ke depan direncanakan akan dikembangkan ke arah sediaan bubuk atau granul.
Penelitian tentang aneka macam manfaat seledri sudah dilakukan Dr. Taofikdari tahun 1997. Saat itu, Dr. Taofik yang sudah tertarik pada herbal berupaya mencari obat peluruh batu ginjal menurut tanamanyg sangat gampang ditemui, & umum dipakai oleh masyarakat.
Dr. Taofik pun menemukan tingginya potensi seledri di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Ia menyayangkan, tingginya potensi tadi nir diiringi dengan pemanfaatannya. Masyarakat lebih poly menggunakan seledri sebagai pelengkap masakan. Tidak banyak masyarakat mengetahui bahwa tanamanini memiliki manfaat luar biasa menjadi obat herbal.
Dari aneka macam literatur yang didapat Dr. Taofik saat itu, diketahui seledri mempunyai banyak sekali manfaat antara lain menjadi diuretik (memperlancar buang air seni), & menghilangkan gejala hematuria (kencing darah). Dr. Taofik kemudian mencoba menghubungkan manfaat tersebut melalui konsep kelarutan.
“Dari konsep kelarutan itu saya membayangkan, waktu seseorang mempunyai batu ginjal, bagaimana batu ginjal itu bisa larut, sebagai akibatnya sanggup dikeluarkan lewat air seni,” ujar Dr. Taofik.
Berdasarkan penelitian kelarutan yg dilakukan Dr. Taofik, ekstrak seledri terbukti dapat melarutkan batu ginjal sekira 1 cm. Selain itu, ekstrak seledri pula bermanfaat buat menjaga kesehatan ginjal.
“Seledri ini mampu dipakai buat pencegahan, agar nir terjadi penyatuan aneka macam komponen dalam tubuh yang sanggup menjadi batu, ataupun pula bisa digunakan meluruhkan yang sudah terbentuk sebagai kristal atau batu, menggunakan catatan batu nir terlalu akbar,” jelasnya.
Diungkapkan Dr. Taofik, Indonesia adalah negara stone belt dimana masyarakatnya berisiko tinggi terkena batu ginjal. Penderita pun poly yg nir menyadarinya semenjak dini, dan baru ditangani ketika batu ginjal telah ukuran akbar.
Untuk itu, melalui penelitiannya Dr. Taofik berupaya mencari solusi menggunakan berbagi bahan alami, yaitu seledri, buat mencegah dan mengobati batu ginjal sejak dini. Ini dibutuhkan bisa meminimalisasi terlambatnya penanganan penderita batu ginjal yang baru diobati selesainya berukuran akbar.
“Setiap orang punya potensi batu ginjal. Minimal kristal-kristalnya. Sebaiknya segera dibersihkan & diluruhkan dengan seledri,” istilah Dr. Taofik.
Selain Seledrink, pengembangan penelitian terkait seledri yg menunjuk dalam produk fitofarmaka terus dilakukan Dr. Taofik. Hingga saat ini, baik uji preklinis, uji toksisitas, & standarisasi esktrak telah dilakukan.
“Sampai level obat herbal terstandar sebetulnya sudah tercapai,” ujar pria kelahiran Tasikmalaya, 30 Maret 1973 ini.
Selain menjaga kesehatan ginjal, sejumlah manfaat lain dimiliki seledri, seperti anti hipertensi, mengobati asam urat, anti inflamasi, anti bakteri, & penurun kadar kolesterol.
“Seledri lebih banyak diarahkan menjadi tumbuhan sayur biasa, padahal seledri termasuk tanamanyg ajaib, potensinya poly. Kandungannya macam-macam, lalu khasiatnya macam-macam. Ini pula sudah banyak dibuktikan di berbagai penelitian mancanegara,” ujar Dr. Taofik.
Selain buat kesehatan, Dr. Taofik membuatkan penelitiannya tersebut buat menaikkan derajat kesejahteraan warga . Dr. Taofik menilai, seledri mempunyai potensi tinggi dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Ciwidey.
Jika hanya dikonsumsi sebagai sayuran pelengkap masakan, seledri memiliki harga yang sangat fluktuatif. Ada kalanya seledri dinilai tinggi, namun seringkali jua seledri mempunyai harga yg sangat rendah.
Untuk itu, dalam menyebarkan produk-produk penelitiannya, Dr. Taofik bekerja sama dengan sejumlah gerombolantani & tetapkan harga yg tetap dan sesuai. Di satu sisi kesejahteraan petani dapat semakin tinggi, di sisi lain, Dr. Taofik menerima kepastian sediaan seledri yang banyak dan berkualitas buat produk penelitiannya.
“Dengan konsep ini, kita mampu membuat kontrak dengan petani. Mudah-mudahan itu sanggup membantu rakyat pada sana,” harap Dr. Taofik.*
Laporan sang Artanti Hendriyana/am